Buah strawberry adalah salah satu jenis buah yang menjadi idola nya banyak orang, rasa buah yang asam dan juga manis dan juga berwarna merah bintik bintik kalian hanya bisa menemukannya di daerah dataran tinggi, khususnya untuk daerah pegunungan. Cara untuk menanam buah strawberry ini cukup mudah. Kalian juga bisa menggunakan media tanam lahan perkarangan, maupun dengan polybag atau dengan pot bunga.

Strawberry merupakan salah satu buah yang sangat digemari di seluruh dunia, hal ini karena selain rasanya yang unik buah ini juga diketahui memiliki berbagai macam vitamin dan mineral serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Karena kepopulerannya itulah kemudian banyak orang yang memutuskan untuk menanam strawberry mereka sendiri di rumah. Karena sejujurnya memang cukup sulit untuk menemukan buah ini dalam kondisi segar, bahkan di supermarket sekalipun. Menariknya strawberry ternyata bisa ditanam dengan menggunakan metode hidroponik lho. Hal ini tentunya menjadi angina segar bagi para pekebun urban yang tentu saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan metode penanaman hidroponik di rumah. Berikut ini cara untuk menanam buah strawberry dengan cara hidroponik.

Tentukan Jenis Bibir Strawberry

Hal paling mendasar yang perlu kamu pelajari sebelum mulai bercocok tanam strawberry secara hidroponik adalah memahami jenis bibit Strawberry yang ingin kamu tanam. Menentukan jenis bibit yang kamu tanam adalah hal yang sangat penting karena masing-masing bibit dan jenis strawberry memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda-beda yang harus kamu penuhi. Nah di Indonesia sendiri ada beberapa jenis Strawberry yang lazim ditanam terutama secara konvensional oleh para petani serta para pekebun hidroponik baik untuk secara pribadi ataupun untuk dijual kembali.

  • Strawberry Fresca : Strawberry ini merupakan salah satu jenis yang cukup populer karena mampu menghasilkan buah dengan ukuran sedang serta produktivitas yang juga sangat tinggi. Menariknya strawberry jenis ini sangat cocok untuk ditanam di dalam pot sehingga ideal untuk ditanam dengan menggunakan teknik hidroponik . Adapun masa panen dari strawberry jenis ini adalah mencapai sekitar 85 hari setelah tanam HST).
  • Strawberry California : merupakan salah satu jenis yang paling umum ditanam karena memang diketahui memiliki rasa manis dan asam yang khas, dan yang paling penting adalah karena memiliki produktivitas yang cukup tinggi. Nah tanaman ini sangat direkomendasikan untuk ditanam di tempat-tempat dengan iklim yang sejuk dan dingin, atau di dataran tinggi dengan suhu ideal rata-rata 20 derajat C. 
  • Strawberry Earlybrite : salah satu tanaman hibrida impor dari negara Amerika Serikat. Strawberry jenis ini pada awalnya merupakan salah satu buah yang dikembangkan dengan tujuan memenuhi kebutuhan buah di musim dingin yang bisa dipanen lebih cepat di Florida. Ciri khas dari jenis strawberry ini adalah rasa yang lebih manis dan beraroma manis, dengan tekstur yang lebih keras sehingga bisa mengatasi masalah ‘benyek’ saat pengiriman buah, mengingat strawberry jenis ini (sebelum disilangkan) berukuran cukup kecil sehingga awalnya mudah sekali rusak saat pengiriman.

Pahami Sistem Hidroponik

Apabila sudah menentukan jenis strawberry, saatnya kamu mempelajari semua hal tentang hidroponik sebelum bisa kamu praktekkan sendiri di rumah. Perlu diketahui bahwa saat ini ada sangat banyak tanaman hidroponik di seluruh dunia, karena memang sistem hidroponik diketahui merupakan salah satu sistem yang sangat mudah untuk dimodifikasi dan bisa dilakukan oleh semua orang. Apalagi seiring dengan berkembangnya zaman di mana kamu bisa menemukan berbagai macam informasi mengenai sistem hidroponik di mesin pencarian. Akan tetapi ada beberapa teknik dasar yang membuat kami wajib kamu pahami terlebih dahulu. Beberapa teknik dasar tersebut diantaranya adalah Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), Hydroponics, Wick System, hingga Drip System dan Ebb and Flow System dan Dutch Water Bucket yang merupakan modifikasi dasar dari teknik DWC.

Atur Kondisi Tanam

Salah satu perbedaan mendasar ketika kamu bercocok tanam secara konvensional dengan metode hidroponik adalah kamu harus benar-benar mengatur kondisi lingkungan tumbuh dari strawberry hidroponik ini. Selain itu memang secara hidroponik memungkinkan para pekebun nya untuk selalu beruji coba sehingga bisa menghasilkan tanaman dengan hasil panen yang maksimal dan optimal. Apalagi bila kamu sudah cukup mahir dengan teknik hidroponik biasanya kamu akan membuat sistem hidroponik sendiri yang sangat berbeda dengan sistem yang dibuat oleh kebanyakan orang. Nah tapi sebelum sampai ke sana ada beberapa faktor yang menurut kami harus selalu memperhatikan dan kamu atur di dalam budidaya strawberry hidroponik ini.

  • Suhu 

Suhu adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik. Karena suhu adalah faktor yang sangat fluktuatif dan mudah sekali berubah. Namun sebaliknya suhu merupakan salah satu faktor yang paling mudah untuk kamu kontrol. Untuk melakukan pengaturan suhu tentu dibutuhkan thermostat tapi kan terlalu mahal ya, sehingga solusi dari kami adalah untuk melakukan pengaturan suhu melalui larutan nutrisi yang kamu miliki. Adapun tanaman strawberry merupakan tanaman yang suka suhu dingin sehingga suhu dari larutan nutrisi harus selalu kamu jaga di antara 17 hingga 20 C. Saran dari kami adalah untuk melakukan pencatatan fluktuasi suhu secara berkala agar kamu bisa segera melakukan koreksi apabila terjadi perubahan di luar suhu ideal.

  • pH

Nah sama dengan suhu, menjaga tingkat keasaman merupakan salah satu faktor penting di dalam bercocok tanam secara hidroponik. Hal ini lantaran tingkat keasaman merupakan salah satu faktor yang juga sifatnya mudah berubah serta fluktuatif sepanjang hari. Lebih jauh lagi tingkat keasamannya ini sangat dipengaruhi oleh kepangkatan dari larutan nutrisi dan biasanya berubah seiring dengan tingginya konsumsi larutan nutrisi oleh tanaman. Saran dari kami adalah untuk menggunakan pH meter yang berkualitas melakukan pencatatan yang teratur serta melakukan penyesuaian dengan menggunakan buffer pH. Adapun pH ideal yang harus dicapai oleh tanaman strawberry hidroponik adalah 5,8 hingga 6,5.

  • Periode Panen

Untuk selalu mengingat dan mencatat periode panen adalah hal esensial di dalam bercocok tanam baik secara konvensional maupun dengan metode hidroponik. Seringkali pekebun pemula lupa mengenai periode panen ini sehingga melakukan panen di luar periode panen yang dianjurkan. Padahal rasa dari hasil tani yang dikeluarkan sangat bergantung terhadap periode panen ini, sehingga kami tidak menyarankan kamu untuk melakukan panen di luar periode panen yang dianjurkan. 

  • Cahaya matahari 

Strawberry merupakan tanaman yang diketahui cukup memanjakan sinar matahari sehingga tidak dianjurkan untuk menggunakan paranet ataupun meletakkan strawberry hidroponik ini di ruangan yang tidak terkena matahari. Adapun jumlah sinar matahari yang dianjurkan adalah sekitar 6 hingga 8 jam saya matahari langsung agar pertumbuhan strawberry bisa menjadi optimal.