Artikel ini melanjutkan artikel yang sebelumnya yang dimana sedang membahas bagaimana cara menanam buah strawberry dengan cara hidroponik, kami akan membahas ulang sedikit artikel yang sebelumnya agar tidak lupa dengan pembahasan yang sebelumnya. Strawberry merupakan salah satu buah yang sangat digemari di seluruh dunia, hal ini karena selain rasanya yang unik buah ini juga diketahui memiliki berbagai macam vitamin dan mineral serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. 

Karena kepopulerannya itulah kemudian banyak orang yang memutuskan untuk menanam strawberry mereka sendiri di rumah. Karena sejujurnya memang cukup sulit untuk menemukan buah ini dalam kondisi segar, bahkan di supermarket sekalipun. Menariknya strawberry ternyata bisa ditanam dengan menggunakan metode hidroponik lho. Hal ini tentunya menjadi angina segar bagi para pekebun urban yang tentu saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan metode penanaman hidroponik di rumah. Berikut ini cara untuk menanam buah strawberry dengan cara hidroponik.

Atur Kondisi Tanam

Salah satu perbedaan mendasar ketika kalian bercocok tanam secara konvensional dengan metode hidroponik adalah kalian harus benar-benar mengatur kondisi tangkasnet apk lingkungan tumbuh dari strawberry hidroponik ini. Selain itu memang secara hidroponik memungkinkan para pekebun nya untuk selalu beruji coba sehingga bisa menghasilkan tanaman dengan hasil panen yang maksimal dan optimal. Apalagi bila kalian sudah cukup mahir dengan teknik hidroponik biasanya kalian akan membuat sistem hidroponik sendiri yang sangat berbeda dengan sistem yang dibuat oleh kebanyakan orang. Nah tapi sebelum sampai ke sana ada beberapa faktor yang menurut kami harus selalu memperhatikan dan kalian atur di dalam budidaya strawberry hidroponik ini.

  • Media Tanam

Media tanam yang dikenal di dunia hidroponik sangat banyak dan masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangannya. Akan tetapi ada beberapa media tanam hidroponik yang cukup kami rekomendasikan untuk kalian gunakan khususnya bagi kalian yang masih pemula, yakni rockwool serta hydroton pebbles. Keduanya sangat kami rekomendasikan karena memang di Indonesia kebanyakan pegiat hidroponik menggunakan kedua media tanam ini. Nantinya kalian bisa menemukan kedua media tanaman dengan jauh lebih muda serta dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan media tanam lainnya.

  • Teknik 

Setelah kalian mempelajari suatu teknik dasar hidroponik diatas ada beberapa teknik hidroponik yang menurut kami direkomendasikan bagi kalian untuk Menanam strawberry hidroponik ini. Teknik yang cukup kami rekomendasikan adalah menggunakan DWC ataupun ebb and flow. Akan tetapi pada akhirnya kembali kepada kalian, silahkan gunakan teknik manapun yang menurut kalian paling mudah dan mungkin untuk diterapkan. Seluruh faktor diatas adalah faktor-faktor yang menurut kami cukup penting untuk selalu diperhatikan dan kalian jaga agar tetap dalam angka yang ideal sehingga Strawberry yang kalian tanam bisa tumbuh secara optimal dan maksimal. 

Semai Bibit Strawberry Hidroponik

Sebelum kalian bisa memindahkan strawberry hidroponik yang kalian tanam ke sistem hidroponik, kalian harus melakukan proses penyemaian yang langkahnya sebenarnya sama seperti apabila kalian menanam strawberry secara konvensional. 

Adapun langkah-langkah yang bisa kalian lakukan untuk melakukan penyemaian strawberry hidroponik adalah sebagai berikut ini: 

  • Menyiapkan beberapa peralatan dan bahan-bahan dibawah ini 
  1. Bibit yang ingin disemai, lebihkan beberapa bibit sesuai dengan keinginanmu. 
  2. Wadah besar atau tray besar untuk meletakkan tray semai
  3. Wadah yang digunakan untuk menyemai atau tray semai. 
  4. Media tanam rockwool. 
  5. Tusuk gigi secukupnya. 
  6. Pinset satu buah. 
  7. Air secukupnya sesuai dengan ukuran wadah besar. 
  • Ambil wadah yang besar yang telah kalian persiapkan sebelumnya. Isilah wadah besar tersebut dengan menggunakan air bersih, usahakan air yang digunakan bersifat ‘netral’. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah wadah tersebut. 
    • Untuk air yang akan kalian gunakan melakukan penyemaian kami cukup menyarankan agar kalian menggunakan air tanah, air tampungan hujan, atau air sumur. Apabila menggunakan air PDAM maka bisa mempersiapkan air tersebut sebelumnya.
  • Masukkan bibit strawberry yang ingin kalian semai ke dalam wadah berisi air hangat yang kalian persiapkan tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan melunakkan kulit bibit strawberry 
  • Sambil menunggu kalian bisa langsung mempersiapkan rockwool untuk media tanam strawberry hidroponik tersebut.
  1. Persiapkan rockwool sejumlah bibit yang ingin kalian tanam.
  2. Caranya adalah dengan mengiris rockwool berukuran kubus sama besar (2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm). 
  3. Lubangi rockwool dengan menggunakan tusuk gigi, hingga sedalam sekitar 1 cm.
  • Letakkan rockwool tersebut pada baki dan masukkan bibit-bibit strawberry pada rockwool. Jangan lupa untuk membasahi rockwool dengan menggunakan air. 
    • Basahi secara perlahan dan pastikan seluruh permukaan rockwool menjadi lembab.
  • Letakkan rockwool yang telah ditaruh bibit strawberry tadi di tempat yang kering dan terkena sinar matahari. 
  • Bila daun strawberry sudah mencapai 4 buah yakni 2 daun lembaga dan 2 daun sejati, maka strawberry sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik. Biasanya proses ini akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu, atau tentu sesuai dengan jenis bibit yang kalian beli dan perlakuan yang diberikan terhadap bibit tersebut.

Transplantasi dan Tanam Strawberry di Sistem Hidroponik

Setelah sukses melakukan penyemaian, melakukan proses penyortiran, dan pembersihan, saatnya kalian melakukan pemindahan dan penanaman strawberry di sistem hidroponik yang telah kalian buat sebelumnya. 

Adapun langkah-langkah untuk menanam strawberry di dalam sistem hidroponik adalah sebagai berikut ini:

  • Pisahkan masing-masing rockwool yang sudah ditanami bibit strawberry Jangan lupa untuk memindahkan tanaman strawberry yang berkualitas baik saja ya, tahap ini disebut dengan penyortiran.
  • Pindahkan rockwool tersebut ke dalam sistem hidroponik yang sudah kalian siapkan sebelumnya. Masukkan masing-masing rockwool ke dalam netpot yang telah disiapkan sebelumnya.
  1. Apabila kalian sudah memahami teknik Dutch Water Bucket dan ingin menggunakan teknik ini, maka saran kami adalah memindahkan media tanam dari rockwool menjadi hydroton. 
  2. Angkat benih strawberry dari rockwool hingga seluruh akarnya terlepas, namun pastikan tanaman tidak rusak. Nah bisa dibilang langkah ini merupakan salah satu langkah yang penting, karena cukup sulit dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dari strawberry hidroponik tersebut nantinya.
  • Adapun mekanisme penanaman tentu saja bervariasi tergantung dari teknik hidroponik yang ingin kalian gunakan. 
  • Isi sistem hidroponik dengan larutan nutrisi.
  1. Nilai kadar larutan nutrisi ini bisa juga bervariasi antar jenis strawberry. Saran kami kalian bisa membaca sesuai dengan rekomendasi yang biasanya dicantumkan di bungkus bibit, atau tentu bisa bertanya kepada penjual toko bibit tersebut. 
  2. Namun rata-rata kalian bisa mengatur kepekatan nutrisi sekitar 500 hingga 600 ppm dengan menggunakan nutrisi AB Mix saat usia strawberry 7 hingga 14 hari. 
  3. Ketika usia strawberry sudah agak besar ataupun saat tanaman strawberry tersebut sudah mulai memunculkan bunga maka kalian bisa menaikkan kepekatan larutan nutrisi menjadi 600 hingga 700 ppm menggunakan nutrisi AB Mix.
  4. Adapun ketika strawberry sudah mulai berbuah menaikkan kembali kadar larutan nutrisi hingga maksimal sekitar 800 hingga 850.
  5. Angka larutan nutrisi yang terlalu tinggi diketahui akan menyebabkan terjadinya hambatan di dalam penyerapan nutrisi dan kemudian akan menyebabkan tanaman menjadi kerdil daun daunnya akan mongering. 
  6. Jaga selalu agar pH tetap di angka 5,8 hingga 6,5.